+-+Pemberitahuan+-+

Bila foto-foto di sini terlihat kurang bagus, silakan klik di siniatau klik gambar yang anda inginkan untuk melihat gambar langsung dari sumbernya.
Showing posts with label duka. Show all posts
Showing posts with label duka. Show all posts

Sunday, August 9, 2009

Rendra ‘Si Burung Merak’ Telah Berpulang ke Sisi-Nya

Posted: 06 Aug 2009 05:49 PM PDT

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Penyair ternama WS Rendra meninggal dunia pada usia 74 tahun di RS Mitra Keluarga, Depok, Jawa Barat, Kamis (7/8/2009) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Pria bernama lengkap Wahyu Sulaiman Rendra ini meninggalkan 10 orang anak dari 3 pernikahannya.

Rendra selama ini dikenal sebagai penyair bersuara lantang yang mahir memainkan irama serta tempo. Ia juga handal membakar emosi penonton.

Pria yang akrab dipanggil Willy ini mencurahkan sebagian besar hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya, menulis naskah drama sekaligus melakoninya sendiri, dikuasainya dengan sangat matang. Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya sudah melegenda di kalangan pecinta seni sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di luar negeri.

ws rendra

Ia bukanlah penyair biasa. Sajak dan puisinya tidak sedikit berisi nada protes. Tak heran ia dikenal sebagai penyair yang kritis terhadap pemerintah. Karya-karyanya yang berbau protes pada masa aksi para mahasiswa sangat aktif di tahun 1978, membuat suami Ken Zuraida ini pernah ditahan oleh pemerintah berkuasa saat itu.

Tidak hanya sajak dan puisi yang sering mengalami tekanan kekuasaan, dramanya yang terkenal berjudul SEKDA dan Mastodon dan Burung Kondor juga pernah dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki. Di samping karya berbau protes, dramawan kelahiran Solo, 7 Nopember 1935, ini juga sering menulis karya sastra yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul ‘Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta’ dan puisi ‘Pesan Pencopet Kepada Pacarnya’.

Kepiawaian Rendra dalam membacakan syair maupun berteater bukan sesuatu yang gratis dari langit. Kemampuannya sudah dimulai diasah sejak ia kuliah di Fakultas Sastra dan Kebudayaan Universitas Gajah Mada. Rendra dikenal giat menulis cerpen dan essai di berbagai majalah sepeprti Mimbar Indonesia, Basis, Budaya Jaya, Siasat.

Selain memiliki bakat, ia terus mengelaborasi kemampuannya dalam dunia seni dengan menimba ilmu di American Academy of Dramatical Art, New York, USA. Sekembalinya dari Amerika pda tahun 1967, pria tinggi besar berambut gondrong ini mendirikan bengkel teater di Yogyakarta. Tak lama bengkel teater tersebut ia pindahkan ke Citayam, Cipayung, Depok, Jawa Barat.

Karena karya-karyanya yang begitu gemilang, Rendra beberapa kali pernah tampil di acara berskala Internasional . Sajaknya yang berjudul ‘Mencari Bapak’, pernah dibacakannya pada acara Peringatan Hari Ulang Tahun ke 118 Mahatma Gandhi pada tanggal 2 Oktober 1987, di depan para undangan The Gandhi Memorial International School Jakarta. Ia juga pernah ikut serta dalam acara penutupan Festival Ampel Internasional 2004 yang berlangsung di halaman Masjid Al Akbar, Surabaya, Jawa Timur, Selasa, 22 Juli 2004.

Kini, ‘Si Burung Merak’ itu telah terbang selamanya meninggalkan kita. Selamat Jalan Mas Willy. Semoga tenang disisi-Nya.

Thursday, August 6, 2009

Karena Tiru Pahlawannya di TV, Bocah Laki-laki Minum Bensin

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Posted: 03 Aug 2009 05:57 PM PDT

Seorang bocah laki-laki yang berusia 14 tahun meminum bensin selama lima tahun untuk mendapatkan “energi”, seperti yang dikerjakan idolanya “Bumble Bee” atau “Optimus Prime” di dalam film “Transformer”, demikian laporan West China Metropolis Daily, yang berusat di Sichuan, Sabtu.

Setelah anak laki-laki itu, yang tinggal di Kota Yibin, Provinsi Sichuan di China barat-daya, menyaksikan serial animasi TV tersebut, ia mulai meminum bensin agar bisa jadi “petempur yang gagah berani” seperti “Optimus Prime”, kata ayahnya kepada surat kabar itu.

“Ia mulai minum bensin lima tahun lalu, ketika kami mendapati ia berbau bahan bakar korek api,” katanya.

optimus prime transformers

Ibu bocah laki-laki tersebut memiliki kios makanan, dan menjual barang-barang seperti korek api.

Pada 2004, ia seringkali mendapati beberapa korek api hilang dua atau tiga hari setelah ia membelinya. Belakangan ia mengetahui bahwa putranya mulai mencuri semua barang itu.

Kedua orang tua tersebut berbicara dengan putra mereka dan meminta dia agar tak melakukannya lagi.

“Tetapi setelah itu, kami mendapati bahwa bensin motor kami selalu hilang, dan suatu hari ketika kami mendapati anak laki-laki kami tersebut telah minum setengah botol bensin yang dicuri dari sepeda motor, tentu saja kami sangat terkejut hingga tak dapat berbuat apa-apa,” kata sang ayah.

Mereka mengurung seperti motor tersebut setelah itu, tapi anak laki-laki tersebut mulai mencuri bensin dari tetangga dan meminumnya lagi dan lagi, dua atau tiga botol dalam satu waktu.

“Sejak putra kami mencuri bensin, IQ-nya telah merosot tajam dan sekarang ia tak dapat menyelesaikan hitungan tambah-dan-kurang yang sederhana,” kata sang ayah.

Lima Pesawat Dikerahkan Untuk Cari Merpati

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Posted: 03 Aug 2009 05:39 PM PDT

Sempat terhalang cuaca buruk, pencarian pesawat Merpati Airlines jenis Twin Otter, dengan nomor penerbangan MZ 9760 yang hilang di Pegunungan Bintang, Papua, Minggu 2 Agustus 2009, hari ini dilanjutkan.

Komandan Lapangan Udara Jayapura, Kolonel Penerbang Suwandi Miharja yang juga ketua tim pencarian pesawat Merpati mengatakan hari ini pihaknya mengerahkan lima pesawat untuk melakukan pencarian.

Lima pesawat yang dikerahkan adalah pesawat Merpati jenis Twin Otter, pesawat milik AMA jenis Twin Otter, pesawat MAF jenis Twin Otter, pesawat milik TNI jenis Cassa, pesawat Jals jenis caravan .

“Yang baru berangkat pesawat AMA pada pukul 7.00 (WIT), empat lainnya menunggu cuaca baik,” kata Suwandi, Senin 3 Agustus 2009.

Titik pencarian, tambah dia, adalah 100 notikel mill dari Bandara Jayapura. Cuaca pagi ini kurang mendukung pencarian. Sebab, hujan deras mengguyur Bandara Sentani, Jayapura.

Hingga saat ini belum diketahui titik jatuhnya pesawat. Pesawat diperkirakan berada di Gunung Abipap dekat Oksibil, yang cuacanya kerap berubah.

Pesawat Merpati hilang kontak saat melakukan penerbangan dari bandara Sentani menuju Oksibil. Pesawat diperkiraran hilang di Gunung Obipap yang tingginya mencapai 13.000 meter.

Pesawat dengan kapten pilot Qaqriyanova dan kopilot Pramudya serta teknisi Engginer Supiadih, dan 12 penumpang, kemungkinan hilang kontak karena cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah Pegunungan Bintang. Posisi pesawat terakhir terdeteksi di 90 nautical mile, di atas kawasan pegunungan dan lembah.

Sebelumnya, Direktur Utama Merpati, Bambang Bhakti berharap kondisi awak pesawat dan penumpang baik-baik saja. Kata dia, masih ada harapan.

Sebab, sinyal pendeteksi kecelakaan pesawat yaitu ELT atau Emergency Locating Transmiter tidak menyala. Alat itu biasanya memberi sinyal jika pesawat membentur benda keras atau air.

Inilah Kontak Terakhir Pilot Pesawat Nahas

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Posted: 03 Aug 2009 05:37 PM PDT

Meski penyisiran telah dilakukan, pesawat Merpati Airlines jenis Twin Otter, dengan nomor penerbangan MZ 9760 yang hilang di Pegunungan Bintang, Papua, Minggu 2 Agustus 2009, belum juga ditemukan.

pilot pesawat merpati

Menurut Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal, pilot Merpati, Kapten Qadrianova sempat berkomunikasi. “Sepuluh menit sebelum mendarat, pilot berkomunikasi dengan kapten pilot Cassa dari TNI AU,” kata Jusman di Gedung Dewan, Senayan, Jakarta, Senin 3 Agustus 2009.

Namun, tambah dia, dalam dialog tersebut tidak ada yang berkaitan dengan keadaan darurat. Lalu apa isi dialog itu? “Memberikan info tentang kondisi cuaca,” tambah Jusman.

Pesawat Merpati hilang kontak saat melakukan penerbangan dari bandara Sentani menuju Oksibil. Pesawat yang lepas landas sekitar pukul 10.15 WIT itu dijadwalkan tiba di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar pukul 11.10 WIT Minggu pagi.

Pesawat diperkirakan hilang di Gunung Obipap yang tingginya mencapai 13.000 meter.

Pesawat dengan kapten pilot Qaqriyanova dan kopilot Pramudya serta teknisi Engginer Supiadih, dan 12 penumpang, kemungkinan hilang kontak karena cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah Pegunungan Bintang. Posisi pesawat terakhir terdeteksi di 90 nautical mile, di atas kawasan pegunungan dan lembah.

Pesawat Merpati Nahas Akhirnya Ditemukan

Posted: 03 Aug 2009 05:36 PM PDT

Setelah tiga hari pencarian, lokasi pesawat Merpati Airlines jenis Twin Otter, dengan nomor penerbangan MZ 9760 yang hilang di Pegunungan Bintang, Papua, Minggu 2 Agustus 2009, akhirnya ditemukan.

Menurut Komandan Lapangan Udara Jayapura, Kolonel Penerbang Suwandi Miharja pesawat ditemukan di daerah Ampisibil, Pegunungan Bintang, Papua pagi ini. “Kapten Erik yang terbang dengan pesawat jenis Caravan melakukan pencarian tepat pukul 06.00 WIT, menemukan lokasi pesawat,” kata Suwandi, Selasa 4 Agustus 2009.

Ditambahkan dia, pesawat ditemukan di koordinat 04′42′25 Lintang Selatan (LS) 140′36′84 Bujur Timur (BT), sekitar 3 nautica mill dari Oksibil dengan ketinggian 9.300 kaki. “Yang terlihat ekor pesawatnya,” tambah Suwandi.

Saat ini, kata dia, pihaknya sudah mempersiapkan tim SAR ke lokasi jatuhnya pesawat, termasuk satu helikopter jenis Camoov untuk evakuasi. Bagaimana nasib penumpang? “Belum diketahui,” kata dia.

Pesawat Merpati hilang kontak saat melakukan penerbangan dari bandara Sentani menuju Oksibil. Pesawat yang lepas landas sekitar pukul 10.15 WIT itu dijadwalkan tiba di Oksibil, ibukota Kabupaten Pegunungan Bintang sekitar pukul 11.10 WIT Minggu pagi.

Pesawat dengan kapten pilot Qaqriyanova dan kopilot Pramudya serta teknisi Engginer Supiadih, dan 12 penumpang, kemungkinan hilang kontak karena cuaca yang kerap berubah-ubah di wilayah Pegunungan Bintang. Posisi pesawat terakhir terdeteksi di 90 nautical mile, di atas kawasan pegunungan dan lembah.

Berikut daftar penumpang pesawat yang dilansir Merpati:

Awak :

1. Kapten Qadrianova (Pilot)
2. Pramudya Purwoadi (Co Pilot)
3. Supiadih (Teknisi)

Penumpang :

1. Lauren (L)
2. Yustinus (L)
3. Nelvina (P)
4. Nutulo (bayi Nelvina)
5. Yohanes (L)
6. Basilius (L)
7. Martina (P)
8. Edy (L)
9. Oliver (bayi Martina)
10. Yanes (L)
11. Yacob (L)
12. Simio (L)

Nama penumpang yang dilaporkan warga :

1. Alidah Bidahana(P)
2. Melky Yor (bayi)
3. Demianus Kaladana (L)
4. Bernardus Lefki (L), beli tiket dari orang lain
5. Simayon
6. Kris Tekege