+-+Pemberitahuan+-+

Bila foto-foto di sini terlihat kurang bagus, silakan klik di siniatau klik gambar yang anda inginkan untuk melihat gambar langsung dari sumbernya.
Showing posts with label terkini. Show all posts
Showing posts with label terkini. Show all posts

Sunday, August 9, 2009

Benarkah Foto yang Beredar Itu Noordin M Top?

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Posted: 08 Aug 2009 11:32 AM PDT

Pria diduga gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top tewas dalam penyergapan di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2009. Polemik pun muncul, benarkan pria yang tewas di kamar mandi itu adalah Noordin M Top?

Dalam foto tersebut, setengah kepala hancur mulai jidat ke belakang. Wajah dengan kulit bersih, kepala agak lonjong, mengenakan pakaian warna biru. Di leher tampak mengenakan kalung warna biru. Bagian leher jenjang, tidak segemuk leher Noordin yang tampak di foto dan sketsa yang beredar.

Foto tersebut beredar dikalangan terbatas, namun tidak ada yang berani memastikan apakah foto tersebut korban tewas saat penggerebekan di Temanggung atau foto hasil kreasi orang usil.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menolak memastikan teroris yang dibekuk di Beji, Kedu, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu, 8 Agustus 2009, adalah gembong teroris Noordin M Top. Kapolri berkilah masih akan menunggu hasil tes DNA.

Kabar ini membuat berbagai kalangan yang sebelumnya yakin penghuni rumah tersebut Noordin mulai ragu. Apalagi tidak ada bukti-bukti yang menguatkan seseorang yang diserang di dalam rumah adalah Noordin M Top. Baik lilitan bom di badan, senjata-senjata dari dalam rumah hingga jumlah orang didalam rumah yang menyusut. Awalnya dikabarkan empat orang, ternyata satu orang.

Saat ini, jenazah yang diduga Noordin M Top berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah itu sedang dalam proses identifikasi.

Penangkapan Noordin M Top

Ini dari gugling.com, kutipannya sebagai berikut,


Posted: 07 Aug 2009 08:33 PM PDT

Sebagaimana diberitakan di televisi, sejak kemarin malam polisi mengepung sebuah rumah di Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah yang diduga sebagai sarang buronan teroris nomor satu, Noordin M Top.

Berita yang tersiar pun cukup simpang siur, ada yang menyebutkan Noordin sudah tertangkap, bahkan sudah meninggal. Saat kemarin Detasemen Khusus 88 Antiteror masih mengepung sebuah rumah di Desa Beji, tersebut, polisi menduga di dalam rumah tersebut ada Noordin M Top dan para pengikutnya.

Saat pengepungan, Noordin meluncurkan tembakan pistol sebagai bentuk perlawanan, dikhawatirkan Noordin akan melemparkan granat yang bisa meledak dalam radius 500 meter. Masyarakat dan aparat yang berada dekat dengan lokasi, diminta mundur.
noordin m top


Aksi Noordin dibalas para penembak jitu yang ada di atas bukit. Serangan bertubi-tubi mengarah ke arah rumah, meski demikian, balasan hanya terjadi sesekali. Aparat yang berada di atas bukit sudah mulai turun. Sekitar pukul 07.23, kembali bom meledak di rumah persembunyian tersebut. Orang diduga Noordin melancarkan aksi balasan, diduga kuat dia berada di ruangan tengah.

Menurut informasi, Noordin baru semalam menginap di rumah tersebut. Sebelumnya dia disembunyikan di sebuah kompleks perkuburan di desa yang sama.

Noordin M Top menyebut namanya sendiri saat polisi menayankan siapa yang berada di dalam rumah.

“Nama saya Noordin M Top,” kata Noordin saat menjawab pertanyaan polisi yang sedang menggrebek di rumah kontrakannya, di Desa Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, Sabtu 7 Agustu 2009, seperti dikutip dari tvOne.

Dia kemungkinan berada di toilet yang terkonci. Posisi Noordin yang merintih kesakitan itu sedang tidak berdaya. Namun, sampai saat ini Noordin belum juga menyerah.

Belakangan diketahui dari berita Al Jazeera: Bahwa Noordin M Top sudah tertangkap.

Friday, July 24, 2009

Perampokan Bank BNI Rp 15 Miliar



Berikut dari detik.com,saya pasang di sini sebagai berikut:

Jumat, 24/07/2009 19:14 WIB
Perampokan Uang BNI Rp 15 Miliar
Uang Dalam Bentuk Rupiah, Pelaku Gunakan untuk Beli Villa


E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Polisi telah menangkap 11 pelaku perampokan uang Rp 15 miliar milik BNI beberapa hari lalu. Polisi mengatakan, uang yang dirampok itu dalam bentuk rupiah, bukan dollar.

"Tidak ada dollar, semua rupiah," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iriawan kepada wartawan di Mapolda Mnletro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Jum'at (25/7/2009).

Iriawan mengatakan, uang yang dirampok tersebut pecahan seratus ribu rupiah dan lima puluh ribu rupiah. Dari penangkapan tersangka, polisi mengamankan sebesar Rp 4,4 miliar.

"Sebelumnya Rp 2,7 miliar," katanya.

Dari tersangka Iwan, polisi menyita uang sebesar Rp 1,7 miliar. "Tapi uang yang dari Iwan sudah tersecer ke isterinya dan anaknya," jelasnya.

Uang Rp 15 miliar tersebut kemudian dibagi-bagikan ke seluruh pelaku. Sebagian tersangka telah menggunakan uang hasil kejahatan tersebut.

"Ada yang beli villa, ada juga yang dibelikan mobil," kata Iriawan.

(mei/ndr)

Tuesday, July 21, 2009

WHO: 700 Orang Meninggal Akibat Flu Babi

Ini dari detik.com, kutipannya sebagai berikut:
Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 22/07/2009 09:49 WIB

Jenewa - Virus flu H1N1 (flu babi) kian mengganas. Sejauh ini lebih dari 700 orang telah meninggal di dunia akibat virus flu tipe baru itu.

Demikian disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) seperti dilansir kantor berita AFP , Rabu (22/7/2009).

Juru bicara WHO Aphaluck Bhatiasevi mengatakan, jumlah kematian akibat flu babi saat ini telah lebih dari 700 kematian. Jumlah kematian yang sebelumnya dirilis WHO pada 6 Juli adalah sebanyak 429 kematian.

Menurutnya, untuk menekan penyebaran flu babi, penutupan sekolah merupakan salah satu langkah yang bisa dipertimbangkan.

"Penutupan sekolah merupakan salah satu langkah meringankan yang bisa dipertimbangkan negara-negara," kata Bhatiasevi kepada wartawan di Jenewa.

"Setiap negara akan menghadapi pandemi di tingkat yang berbeda di waktu yang berbeda, jadi ini sepenuhnya tergantung pada negara-negara untuk mempertimbangkan langkah-langkah meringankan yang cocok untuk mereka," imbuhnya.

WHO telah mengingatkan bahwa pandemi flu babi saat ini tak bisa dihentikan. Bahkan tingkat penyebarannya sangat cepat, melebihi kecepatan pandemi flu yang pernah terjadi sebelumnya di dunia.
(ita/iy)